Selasa, 29 Januari 2013

Ternyata Diam di Tempat

Ada tak ada kembali tiada. Utara Selatan Timur Barat berakhir di Tenggara. Tak pernah ku lihat apalagi baca bisa-bisanya aku menjadi-jadi. Ke dadamu yang tiada praduga ingin ku jatuhkan segala gaduh riuh kepala pada awalnya. Aku menyukaimu dengan segala ketidak warasanku, oh ini sesuatu hil yang mustahal sampai ingin ku dekap hatimu sebagaimana erat ku peluk sebuah rahasia. Lantas ku lihat takdir berdiri angkuh serta garis tangamu tentang aku yang mengabu, sepertinya ku harus angkat paksa kemudiku untuk bergegas menjauh. Sampai saat ini merasa keberadaan dan ketiadaanmu saja masih membuat sesak rongga dada, oh aku jatuh cinta dan patah terlalu terburu-buru. Tapi bukankah lebih baik patah terburu-buru, patahan sekarang masih kuat menopang tak seperti rapuhan nanti tiada kaitan. Dengan lincahnya aku meloncat dari hati yang satu ke hati yang lain, padahal jangankan berjingkrak jalan pelanpun tidak.

Sabtu, 26 Januari 2013

Anaknya Siapa Part II

'Hay' aku menyapa seorang anak laki-laki
'Hay juga, siapa ini?' balasnya
'Akupun tak tahu siapa, tapi satu hal yang aku tahu aku mencintai ayahmu'

Anaknya Siapa

Kekasihku gemar menggendong anak kecil. Sore itu digendongnya seorang anak, anak laki-laki yang seharusnya sudah tidak bisa digendong lagi. Kekasihku meninggalkan anak itu denganku berdua karena ia hendak kemana sebentar, kuselipkan pesan pada halaman terakhir buku sekolahnya;
'Nak, beritahu ayahmu aku mencintainya'.

Waktulah yang Membawa Keberanian untuk Berujar, Ujar Kata yang Tak Seharusnya Terucap

Aku mengenal dia baru, baru datang dan baru juga cepat bergegas pergi. Mengenal kedatangan dan kepergiannya membuat aku tambah mahir mengasah pisau dari kata-kata yang dapat menusuk, hanya karena aku terluka olehnya bukan berarti aku dapat melukai orang lain. Harus ku gapai dia dalam bentuk apa lagi setelah nyata dan fiksi tak terjamah, sayangnya dia bukan mimpi sedang aku orang yang tidak kesusahan tidur. Karena bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa aku diremehkan dia mungkin dia punya segalanya tapi ku pastikan aku pengecualiannya. Puitisnya cinta ku dapat darinya, sayang aku lebih butuh kesederhanaan dan keapaadaan dari keseluruhan cinta itu sendiri dari orang lain selain dia.

Jumat, 25 Januari 2013

Masih Orang yang Sama

Aku berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, tanpa sadar yang setia berada di depan gerbangku kamu satu orang yang sama, yang menjemputku tak memandang terik tak memandang deras badai, aku terbahak lepas di dalam sedang kau tak kenal bosan menunggu di luar, aku kekenyangan kamu kelaparan. 
Aku bersalah, berulang kali berulah salah. Aku tidak ingin tabiat ini menjadi watak, watak yang tak pernah puas akan terus mencari, watak yang tak pernah berhenti menerima dengan mudahnya sesuatu yang baru atau perasaan bosan yang terus menggerogoti. Jika memang dia yang digariskan pada telapak tanganku mudahkanlah jalannya Tuhan.

Selasa, 22 Januari 2013

pada Helaan Napas Panjangku

Beberapa persinggahan mudah ditinggalkan lalu dilupakan, beberapa lagi mudah sangat. Mungkin ini jawaban dari doa-doa pendek yang dipanjangkan Tuhan, sekali lagi bukan aku yang mendekati persinggahan-persinggahan tersebut tapi apapun itu memang seharusnya ku kembali pulang padamu labuhan yang setia berdiri dengan kokoh dan sabar menungguku melepaskan jangkar lalu dengan suka rela ku rusak layarnya hingga aku tak bisa dan penasaran untuk pergi berlayar meninggalkanmu lagi.

Aku Mengabarimu yang Tidak Ingin Sama Sekali Tahu Tentang Kabarku

Bagian mana dari sibukku yang telah luput untuk tidak mengingatmu. Aku ingat perkataanmu malam itu 'karena definisi sayang menurut aku ketika aku tak mengabarinya merasa ada yang kurang dan ketika tidak ada kabar darinya aku tak tenang'. Betapa cemas aku menunggu kabarmu, ketika tidak berkabar aku yang memulainya lebih dulu tapi kau seakan acuh, sejak itu aku sadar memang ada beberapa perasaan yang sebaiknya dikubur hidup-hidup.

Fiksi

Jangan percaya sama tulisan seseorang, bisa saja tulisannya fiksi. Namun sayangnya orang tersebut tidak bisa menulis cerita fiksi.

Minggu, 20 Januari 2013

Seandainya

Seandainya cinta dapat membuat semua orang menjadi tunanetra, dengan menerima kekurangan pasangan dengan mata dan tangan terbuka, seandainya... 
Aku pernah berandai-andai memilikimu tanpa menaruh harapan apapun berlebih, untungnya pengandaianku tahu diri. Semua memang terasa indah ketika menaruh kata 'seandainya' pada awal kalimat tapi kenyataan sepahit apapun terasa lebih indah jika kau bisa memaknainya dan aku lebih suka mencari tahu walau dengan hasil akhir sebuah kata 'kecewa'.

Entah Kita Menunggu Apa Mungkinkah Hanya Sebatas Kabar atau Entahlah

Entah apa lagi yang bisa ku tuliskan tentangmu. Biarlah aku dengan pahamku, biarlah aku berdiam di partisi otakku yang sebagiannya tengah diisi sedikit tentangmu. Biarlah aku berdiam di abu-abu atas segala spekulasiku sendiri mengenaimu dan biarlah aku bergumul dengan pikiran-pikiranku sendiri tentang pikiranmu.

Sore Ini #HariKetujuh #HariTerakhir


Sabtu, 19 Januari 2013

Meyakini Keraguan Diri Sendiri Meragukan Keyakinan Orang Lain

Jujur aku sangat kaget membaca kiriman surat darimu kemarin. Ditambah posisiku yang kala itu sedang bertarung dengan asap kendaraan dan panas aspal jalanan serta genangan keruh di mana-mana karena adanya kepentingan kantor, membuatku sedikit agak tidak fokus.
Setiap kali lampu LED ponselku menyala, ketahuilah kamu orang yang aku harapkan muncul di list pertamaku punya contact. Jujur kemarin akupun merasa kecewa ketika kau meeting di dekat rumahku dan kita berjanji bertemu kau malah memutuskan menonton pertandingan basket entahlah dengan siapa itu. Namun satu hal, ternyata harapanku sudah pintar dan terlatih betul untuk memaknai apa sebuah arti tahu diri.

Jeda #HariKelima


Kamis, 17 Januari 2013

Matahati


Kau tahu aku wanita berpandangan rabun melihat sesuatu dengan hati sebagai matanya, dan akupun orang yang tidak pernah mengamini pepatah dari mata turun ke hati karena penglihatan kadang salah sampai dibenarkanlah oleh hati.

Pada pribadimu yang menenangkan aku sungguh terpesona, molekul

Menjadi Matahari #HariKetiga




Selasa, 15 Januari 2013

Malam Kemarin


Teruntuk kamu,
Entah apa, entah bagaimana, datang tiba-tiba, tiba-tiba saja. Diiringi temaram lampu jalan serta angin dan rinai hujan malam itu kau berdiri tepat di depan surau dekat kediamanku. Lagi-lagi mungkin aku bertanya mengapa Tuhan selalu mempertemukan aku dengan seseorang yang bahkan di selipan tasbihkupun tak pernah terlintas namanya. Pria ramah dan amat bersahaja pikirku. Walaupun jantungku kala itu

Padang Rumput Datar #HariPertama


Kamis, 10 Januari 2013

Saya Terima Cinta Kamu di Tanggal Baik Kemarin Beserta Masa Lalu dan Seperangkat Masa Kelak Tentang Kita

Semoga semua yang bermula dari dirimu adalah segala kebaikan dari Tuhan.
Aku bersyukur dalam sibukNya, Tuhan telah menyempatkan menuliskanmu dalam suratan takdirku.
Kagumku padamu tak pernah ku tunjukkan, tapi kau tahu diam-diam aku selalu membicarakanmu pada perjumpaanku dengan Tuhan.
Kau telah masuk dalam deret panjang doaku, menjadi segala sesuatu, segala hal yang kurapelkan dipembicaraanku pada Tuhan yang paling syahdu. 
Telah ku jatuhkan hati pada sosokmu,

Jumat, 04 Januari 2013

Kau Lari dari Kenyataan dengan Berlari ke Arah Ku

Sebongkah daging yang mempunya kisah dengan si kulit duri, cerita yang sangat dalam sekali. Bermula dari coba-coba, seorang wanita mendekati pria yang ternyata memang ramah ke semua. Seorang pria yang mungkin di kelilingi banyak wanita. Namun lambat laun entah apa dia ditinggal banyak teman wanitanya dan lebih memilih wanita yang pada awalnya sama sekali tidak ingin ia pilih dan sangat jauh dari kriterianya.

Wanita berpandangan rabun, mencintai seseorang selalu tidak pernah menggunakan matanya. Dia pintar tapi bisa menjadi bodoh karena cinta, betapa beruntungnya orang yang tengah dijatuhinya tersebut.  
Dia membuat bola matanya berkaca sendiri,