Dunia ini penuh dengan kemunafikan, setidaknya aku tau satu tempat mengakar, tumbuh dan beranak binak, ya benar di dalam dirimu.
Jumat, 03 Agustus 2012
Hebat
Kalau gengsi sebuah kompetisi, selamat ku kalungkan piagam ke lehermu karena kau berhasil menjadi pemenang dan juara bertahan.
Palsu
Kamu tidak ingin orang berpikiran kau menganak emaskan luka, sampai begitu hebatnya kau menahan air mata.
Kenangan yang Tidak Layak diKenang
Menuliskanmu kembali seperti memaksa bongkaran partisi kepalaku untuk mereview ingatan yang telah kukubur cukup lama.
Rabu, 01 Agustus 2012
Pakuan Tengah Malam
Angin berhembus membelai wajah-wajah lugu penuh dosa, kurasakan dingin malamnya kota Bogor seperti biasanya.
Mari kita duduk berbincang dengan merendahkan suara dan kita lewati
malam ini dengan pembahasan seperti pada debar pertama kali kita berjumpa.
Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, sepertinya baru kemarin aku menemukanmu; di sini, wujud yang takkan pernah terganti
dan ingatan selalu menari-nari di tempat kita pertama kali menjatuhkan hati.
Ku rebahkan lara, ku sandarkan kepala diantara dempetan kau punya paha.
Langganan:
Postingan (Atom)