Rabu, 13 Maret 2013

Kau Melipat Begitu Banyak Jarak Pilih Menetap karena Tengah Memilih Aku

Kenal sudah cukup lama tapi mengapa baru sekarang?, karena semesta tahu betul apa itu arti sebuah momentum. Purba mungkin Tuhan tengah khilaf karena menciptakan seorang sebayanya Gabriel dalam sosok keturunan Adam. Jauh-jauh kau kembali datang agar dapat sekadar memandang. Sesungguhnya hatiku telah terjatuh jauh sebelum sepasang matamu hanya melihat ke arahku. Pengorbananmu yang mana yang tidak membuatku menelan ludah. Perjuanganmu yang mana yang tidak mengalahkan semua. Terkadang mata tidak dapat melihat keindahan tertentu dan kamu lebih dari indah yang pernah ku jumpa. 'Aku tak peduli bagaimanapun adanya kamu, aku sayang hatimu' kau pun menambahkan. Kau lipat begitu banyak jarak, kau pilih menetap karena tengah memilih aku dan kau berkata; sebab, mencintaimu adalah jalan yang sudah benar-benar aku niatkan. Aku mencintaimu tanpa karena, tanpa alasan, pada hatikupun yang tak begitu lapang jadikanlah tempat teduh semegah-megahnya rumah semoga kau nyaman dan berbahagia. Sekali lagi, menemukanmu tanpa ku cari adalah rasa syukur yang tak pernah bisa aku sudahi.


Rabu, 20 Februari 2013

Semoga Saat Membaca Sajak ini Kamu Telah Sembuh dengan Penuh

Seperti jarum pada jam dindingmu.
Aku menunggu, lebih lama dari jarum yang paling lama bergerak.
Aku menunggumu sembuh... "di sini" tanpa duduk, agar tak terkantuk.
Tuhan.. menciptakan sakit begitupun obatnya.
Serta, ketika sakit, kau pasti paham, siapa orang yang benar-benar menyanyangimu.
Maka.. jaga tubuhmu dari sakit, karena suatu saat, mereka membutuhkan bantuanmu..
Lalu ingat sajak ini sebagai kata-kata yang belum aku ucap ketika aku "di sini" .. menunggu kamu agar kembali tertawa..

Begitulah kira-kira beberapa sajak yang dapat dirangkai menjadi puisi singkat yang ku terima di kotak pesan pagi ini, terima kasih tuan.

Senin, 18 Februari 2013

Aku Telak dengan Jarak namun Kita Upayakan

Jika mata dan otak didesign untuk melihat segala sesuatu secara subjektif dahulu baru objektif baiknya hati kita yang berkenalan lebih dulu. Mungkin aku bukan yang terbaik yang pernah kau temui bukan pula yang terindah dari yang pernah kau miliki serta aku tak dapat menyajikan apa-apa perihal kedatanganmu dalam hidupku kecuali seikat kebahagiaan. Pahatlah aku dengan huruf kapital tebal pada hatimu. Terima kasih dengan telah bangga memiliki keseluruhan dari padaku seperangkat dengan banyak kekurangnya. Sebelum ada kamu senyumku tak pernah semerkah ini. Cintaku seketika jatuh ketika kau menyetuh langit hatiku. Aku menyerah, hati dan pikiranku dikepung banyak tentangmu. Dalam hal ketidakkonsistenan diriku satu hal yang konsisten yaitu perihal mencintai dirimu. Setidaknya kita pernah saling menemukan sebagai dua jauh yang semoga dapat disatukan Tuhan.

Sabtu, 16 Februari 2013

Ramalan yang Mengancam

'Mengapa tidak melanjutkan perjuanganmu?'
'Karena ku lihat tidak ada aku pada takdirnya'
'Apa yang kau lihat?'
'Seorang pria yang bercerai dengan istrinya itu mungkin tidak akan menikah lagi'

Jumat, 15 Februari 2013

Jangan Dia

Dulu aku memiliki seorang mantan, sebenarnya dia sudah punya kekasih tapi dia lebih memilih aku dan mengakhiri hubungannya. Hubungan kitapun tak berlangsung lama karena aku ketahuan jalan bersama mantanku. Sekarang ada seorang pria yang berada di dekatku tapi tiba-tiba dekat dengan mantannya mantan kekasihku di awal tadi, oh kau boleh mendekati wanita manapun asal jangan dia. Aku dipilih, yang di sampingnya dilepaskan. Aku dipilih lagi oleh orang yang berbeda kemudian dilepaskan karena wanita yang dikesampingkan tadi. Aku merebut aku direbut padahal tidak ada yang diperebutkan.