Ini
ruang publik dan tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan opini
pribadi, silahkan yang tidak suka menjadi hak pembaca.
Ketika kita benci dan
traumatik pada satu profesi tapi kawan-kawan terdekat kita ada yang
berprofesi demikian menjadi perang batin tersendiri untuk kita. Sales Promotion Girls contohnya atau biasa yang disebut SPG. Jujur saya benci SPG dari dulu, kupikir menang fisik doank bekerja tanpa menggunakan otak tapi berpenghasilan melimpah, tapi SPG yang bagaimana dulu yang saya tidak suka, saya benci dengan SPG yang selain menawarkan barang dagangannya,
menawarkan dirinya pula, apalagi biasanya yang levelannya
under dan usianya masih belasan lebih sedikit, yang masih jaga di agen,
counter / toko, yang tidak berseragam atau yang berseragam tapi tak bagus, yang fee hariannya masih kecil, yang biasanya tengil, banyak tingkah, yang laguannya pengen banget kita bayarin, yang cabe-cabeanlah yah kalau orang-orang zaman sekarang bilang (pocket/ketket). Karena SPG yang pada tahap pemain atau levelannya sudah di atas (Event, MC, Reguler Berkelas) terkadang lebih bermoral dan main bersih daripada SPG yang under ini.