Selasa, 15 Juli 2014

Senin, 14 Juli 2014

Ini Bukan Cerita Religi

Menurutku kini dunia makin melumrahkan segala hal, tak terkecuali cinta. Ini cerita tentang dua orang kawan di tempat yang berbeda.

Minggu, 29 Juni 2014

Lelaki yang pada Punggung Tanggannya Ku Cium

Mungkin ketika menulis ini perasaan kita sudah kembali pada tempat yang seharusnya. Wahai engkau lelaki baik yang kutahu baik ke semua, katamu baik itu relatif dan aku sependapat, seperti halnya dengan cantik atau malah brengsek. Kau lelaki santun dan apa adanya yang menemuiku kala itu, memang hatiku selalu saja lemah dengan seseorang yang sederhana. Terima kasih sudah menemaniku di kotamu waktu itu, berkesempatan bertemu denganmu aman dan tenang rasanya. Terima kasih sudah menghabiskan banyak waktu lelahmu bersama seseorang sepertiku yang mungkin tak ada artinya ketika kelak aku harus kembali ke kotaku, tapi kau sangat berarti untukku setidaknya ketika aku di sana. Terima kasih telah berteduh denganku karena hujan yang datangnya tiba-tiba, terima kasih kau telah datang walaupun posisimu sibuk dan lokasi kita sedang berjauhan, terima kasih atas makan malamnya di salah satu store tempat kerjamu, terima kasih untuk sabarmu menungguku meeting berjam-jam, terima kasih untuk mengantarku membeli buah tangan, terima kasih sudah meluangkan waktu sesering mungkin menjemput dan menemuiku tanpa mengeluh, terima kasih kau telah rela jok motormu diduduki oleh orang seberat aku dan terima kasih telah menjaga dan terjaga di sampingku sembari melakukan percakapan-percakapan ranjang kita sampai pagi menjelang.

Jumat, 30 Mei 2014

Mari Kita Akhiri Segala dari Banyaknya Hal yang Dimulai dengan Keliru

Cerita kali ini ku pastikan tidak akan pernah lebih kompleks dari yang pernah ku alami sekitar enam tahun yang lampau.

Cerita tentang ikatan dan hubungan emosional dengan seseorang dan dua orang teman terdekatnya itu menyimpan rasa dan menaruh harap padamu juga. Mereka tahu orang terdekatku kala itu tak baik, tapi mereka hanya bisa diam, seperti ingin mengisyaratkan tapi tak tahu dengan cara apa dan bagaimana. Mereka berdua datang bergantian di kehidupanku, di kediamanku, mereka dengan bangga dan tak pernah ragu mengenalkanku pada keluarga, saudara maupun kawan-kawannya yang lain padahal aku banyak kurangnya dan situasinya aku bukan apa-apa di hidupnya dan siapa-siapa di dunianya kala itu. Waktupun bergulir panjang dan cukup lambat sampai akhirnya aku pisah dengan orang terdahuluku dan memutuskan bersama salah satu di antaranya, tapi di sini bukan itu yang ingin kuceritakan.

Jumat, 16 Mei 2014

Demi Penyesalan, Rasa Kecewa dan Sakit Hati; Detak Jarum Jam Tetap Takkan Pernah Bisa Berputar ke Kiri

Semua orang bisa berpikiran bijak, tenang dan jernih jika pada situasi dirinya sedang berada di posisi nyaman dan aman. Tapi tidak dengan orang yang emosionalnya sedang tak stabil, jatuh dan terpuruk, semua kata-kata dan motivasi seakan tak ada artinya.