Minggu, 17 Mei 2015

Self Center

Beberapa hari ini Hyna banyak memiliki waktu kosong, dipakainya untuk menulis atau sekadar membaca dan sesekali bersedia menjadi pendamping bayaran di acara pernikahan maupun wisuda kawan.
Ketika bosan Hyna membuka buku catatan kecilnya yang berisikan hal-hal aneh dengan tulisan tangan yang sangat buruk. Di situ pula tertulis daftar nama laki-laki yang dua, tiga, empat kali pernah berkencan dengannya. Jumlah yang lumayan banyak, sekitar duapuluhan lebih. Bahkan Hyna tidak mengerti mengapa laki-laki sebanyak itu pernah menyukai dirinya. Hyna memang sudah lama tidak memakai banyak perasaan seperti wanita kebanyakan, hidupnya penuh realistis serta pemikiran-pemikiran logis, sebab akibat, asas manfaat bahkan bisnis. Laki-laki yang hanya berorientasi birahi sudah pasti dicoret dari daftar nama yang mungkin ia ingin seriusi. Di masa yang disebut purba dan belia, Hyna pernah benar-benar mempunyai perasaan, tapi itu dulu ketika dadanya belum tumbuh sempurna dan utuh.

Senin, 11 Mei 2015

Wanita dan Telepon Genggamnya

Hai laki-laki yang beberapa kali kuhadiahi buku walau ku tahu kau tak pernah membacanya tapi selalu turut kau bawa. Pikiranku pernah seronok memikirkan kita, lancang membuatmu tumbuh dewasa di tak seharusnya usia.

Senin, 27 April 2015

Tambah Kurang

Kadang kita lupa apa itu cinta, yang kita tahu hanyalah butuh. 
Lupa akan sayang, yang dicari hanya sebatas keuntungan. 
Lupa akan bahagia, yang dipikirkan cuma senang. 
Lupa bagaimana tersipu saat dirayu.
Lupa rasanya debar dan kikuk saat berdampingan dengan seseorang yang kau mau.
Lupa rasanya senyum simpul sendiri seperti gila.
Lupa berkedip dan tak kuasa menatap lama lawan bicara.
Lupa rasa tanganmu dingin ketika kau dapat mengenggam telapak orang yang kau ingin.
Jika usia bertambah dan jatahnya berkurang, semakin tak berperasaanlah kita.

Jumat, 24 April 2015

Jadikan Aku Prioritas yang Kau Jalani dengan Ikhlas

Beberapa hari ini rute arteri merupakan musuh dari para pekerja karena ada penutupbukaan jalan, ditambah kediamanku yang memang di jalur emas serta merta membuatku sedikit cemas. Aku yang tak bisa mengendarai kendaraan dan bermental kucing anggora menambah deret panjang kesulitanku dalam hal ke mana-mana.

Sabtu, 11 April 2015

Perempuan dengan Banyak Rahasia di Dadanya dan Laki-Laki yang Suka Menangis

Salah satu dari banyaknya hal yang kutakutkan adalah ketika aku harus berhadapan dengan diri sendiri, aku di mata aku adalah sosok lawan yang tak mudah ditaklukan, serta kawan yang sukar diajak kompromi.
Jadi bagaimana jika kau bertemu seseorang yang sepersamaan denganmu, merepotkan bukan. 
Pertama kali mengenalnya aku bertemu dengannya di kedai cepat saji, waktu itu ia terlihat sangat mencintai kekasihnya dan aku yang hanya selewat memperhatikannya dari jauh.