Padahal dia sudah memprediksi dan menulis surat-surat yang disiapkan sebelum perpisahannya tiba.
Selepas kepergian pribadi, cara makannya aneh, dia mengunyah makanan sebatas mulut dan kerongkongan lalu dimuntahkan agar tak mendarat di perut. Namun sesekali dia makan terlampau banyak dan menampar-nampar pipinya sendiri lalu meratap, keesokan harinya dibalas dengan berpuasa tanpa sahur dan hanya berbuka dengan buah secukupnya.



