Suatu waktu, pada tahun-tahun yang lalu aku pernah mendapati panggilan kerja di sebuah perusahaan penerbangan, seperti biasanya ada satu orang yang selalu siap mengantar, menunggu dan menjemputku sebisa ia mampu. Ia ku ajak serta masuk ke dalam, dengan maksud agar bisa menungguku di lobi kantor, tapi tiba-tiba kita dihalang oleh penjaga gedung.
Selasa, 22 April 2014
Kamis, 17 April 2014
Pembuluh Nadi yang Terbesar Disebut
"Di mana aku?"
tiba-tiba posisiku di tempat yang hampir gulita, tapi aku masih bisa melihat ada banyak bangku seperti di sebuah resepsi pernikahan, ada layar putih lebar dan di sebelah kiri ada gua panjang yang di depannya dijaga seseorang sembari memegang kertas berisi daftar nama banyak orang, gua yang terdiri dari beberapa tingkatan rintangan. Aku duduk agak di belakang bersebelahan dengan orang-orang yang tidak aku kenali wajah dan perawakannya.
Selasa, 18 Maret 2014
Menikah Karena
Aku ingat percakapan penuh ketegangan di meja makan depan kolam renang di salah satu villa daerah Krobokan, Bali malam itu. Percakapan yang terkadang mengubah paradigmaku tentang berkeluarga. Dia salah satu sahabatku, walau kenal sejak kecil tapi wataknya yang keras kupikir tidak akan pernah cocok denganku yang bertabiat serupa, tapi bagaimanapun juga di antara kawan-kawan lainnya, omongan dariku yang selalu didengarnya, mungkin hanya padaku dia bisa menikahkan persepsi.
Jumat, 14 Maret 2014
Dalam Perjalanan Hendak Pulang
Hujan hari ini Luh, hujan yang sama pernah terjatuh ketika kita hendak memutuskan bertemu pertama kali di suatu trotoar yang cemas. Hujan deras sepanjang hari, tapi kali ini berbeda, hujan kali ini deras tapi hanya sebentar mungkin seperti perasaanmu yang dulu pernah kau jatuhkan padaku. Kini, aku hendak pulang ke rumah tidak menemuimu karena kau yang sudah engan bertemu denganku sepertinya. Aku sedang menakar apalagi sebenarnya, dari perasan-perasaan kita yang terlanjur jauh, saat ingatan-ingatan dibangkitkan, dada ini masih saja menyimpan lebam.
Jumat, 07 Maret 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
