Ada yang bilang bahwa lelaki yang penting sukses dulu,
nanti juga perempuan akan sendirinya datang. Saya sebenarnya tidak begitu
setuju dengan kalimat berikut, dikarenakan perempuan yang datang ketika seorang
laki-laki mapan cenderung menerima hanya ada apanya dan ketika laki-laki itu
terjatuh belum tentu perempuannya masih memilih untuk tetap tinggal. Hubungan
yang dimulai dengan dua orang yang memulai dari nol bahkan dari puing bersama
cenderung akan lebih tahan lama, karena keduanya menghargai getirnya arti kata
berjuang. Ingat.. perempuan, tubuhnya, bahkan vaginanya bisa dibeli tetapi
tidak dengan hati dan cintanya. Jadi, bersamalah dengan dia yang walau tidak
dapat memenuhi segala ambisi dan mimpi-mimpi gilamu tetapi tetap menemani.
Rabu, 24 Juni 2015
Jumat, 19 Juni 2015
Kekasih-Kekasih yang Sulit Kau Mengerti Maunya Apa
Di sebuah malam.
Pertengakaran
terjadi di telepon genggam, padahal sebelumnya mereka membicarakan tentang pertengkaran
hubungan orang lain. Dia menangis lalu menutup telepon genggamnya. Lalu
berharap, mantannya masih berusaha menghubungi dan menanyakan kenapa.
Di menit berikutnya.
Benar saja mantannya
menelpon dia kembali dan menanyakan mengapa. Mantannya bilang maaf dan memohon jangan
pergi darinya. Tetapi dia bersikeras untuk pergi bukan lagi karena tak cinta,
tetapi karena malu dan kehilangan muka di depan mantan kekasihnya sendiri untuk
masalah yang tak dapat dipahami selain orang yang dipercayai mendengarkan
masalah ini.
Ada
Ada cinta karena harta untuk tetap hidup.
Ada cinta karena rupa untuk dipamerkan.
Ada cinta karena permainan di ranjang yang sungguh aduhai.
Ada cinta karena penasaran.
Ada cinta karena terlanjur.
Ada cinta harus pergi karena keadaan.
Ada cinta karena rupa untuk dipamerkan.
Ada cinta karena permainan di ranjang yang sungguh aduhai.
Ada cinta karena penasaran.
Ada cinta karena terlanjur.
Ada cinta harus pergi karena keadaan.
Minggu, 17 Mei 2015
Self Center
Beberapa hari ini Hyna banyak memiliki waktu kosong, dipakainya untuk menulis atau sekadar membaca dan sesekali bersedia menjadi pendamping bayaran di acara pernikahan maupun wisuda kawan.
Ketika bosan Hyna membuka buku catatan kecilnya yang berisikan hal-hal aneh dengan tulisan tangan yang sangat buruk. Di situ pula tertulis daftar nama laki-laki yang dua, tiga, empat kali pernah berkencan dengannya. Jumlah yang lumayan banyak, sekitar duapuluhan lebih. Bahkan Hyna tidak mengerti mengapa laki-laki sebanyak itu pernah menyukai dirinya. Hyna memang sudah lama tidak memakai banyak perasaan seperti wanita kebanyakan, hidupnya penuh realistis serta pemikiran-pemikiran logis, sebab akibat, asas manfaat bahkan bisnis. Laki-laki yang hanya berorientasi birahi sudah pasti dicoret dari daftar nama yang mungkin ia ingin seriusi. Di masa yang disebut purba dan belia, Hyna pernah benar-benar mempunyai perasaan, tapi itu dulu ketika dadanya belum tumbuh sempurna dan utuh.
Senin, 11 Mei 2015
Wanita dan Telepon Genggamnya
Hai laki-laki yang beberapa kali kuhadiahi buku walau ku tahu kau tak pernah membacanya tapi selalu turut kau bawa. Pikiranku pernah seronok memikirkan kita, lancang membuatmu tumbuh dewasa di tak seharusnya usia.
Langganan:
Postingan (Atom)