Sabtu, 02 Januari 2016

Semoga Selamat Tahun Baru

Ibu sakit lagi. Dia tak bisa berjalan lancar menjelang pernikahan adik saya. Ya, adik saya menikah terlebih dahulu dibanding saya. Saya tak bisa memaafkan ayah saya sendiri yang menuntut saya mendapatkan orang sesuai dengan kriterianya dan menentukan mahar dalam jumlah besar, sedang adik saya dapat menikah dengan seseorang yang dikencaninya dari mereka STM tanpa syarat apa pun. Tapi jangan khawatir.. seolah meyakini diri sendiri bahwa tahun ini pun saya akan segera menikah,
semoga.

Ketika pergantian tahun tiba kondisi lingkungan rumah saya diliput media dan banyak polisi berjaga, ternyata ada tauran antar warga. Saya melihat korban terkena sabetan benda tajam hingga kepalanya hampir terlepas dan pelaku diguyur dengan air keras. Saya melihatnya walau hanya sebatas foto tetangga yang tersebar di dunia maya dan portal berita.

Saya sedang di kamar mandi di rumah kekasih saya waktu kejadian itu, telepon genggam saya tak hentinya berbunyi, telepon genggam saya berbunyi karena kekasih kedua saya nampak mengkhawatirkan saya. Ya, pesan singkatnya terbaca 'yang', tulisannya. Perang tidak hanya terjadi di lingkungan rumah saya tetapi di rumah kekasih pertama saya pun.

Saya menangis menyesal.
Saya tidak menyesal karena telah berselingkuh tapi saya menyesal mengapa harus ketahuan.
Saya gagal berpoliandri dengan baik dan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar