Rabu, 29 Mei 2013

Selalu Ada Maaf yang Terlambat untuk Kesalahan-Kesalahan yang Telat Disadari

Ini kali ketiga aku memimpikanmu, sebangun pagiku aku ingin tertidur lebih lama dari biasanya. Aku merindukan percakapan-percakapan sederhana kita sejak kau putuskan mengakhiri hubungan pertemanmu denganku. Ada yang tertahan di bibirku yang tak bisa terucap tapi tak bisa jugaku tulis, salahku di mana?, mungkin aku salah karena punya kebiasaan buruk menghapus kontak, salahku kedua aku sangat perasa malam itu lebih dari yang sudah-sudah. Sudah lama kita tidak bertegur sapa, Sabtu tengah malam kemarin pesan singkatmu mengagetkanku, saking terkejutnya aku tak bisa balas apa-apa. Paginya ku menghubungimu dan seperti biasanya dengan gaya angkuhmu kau menutup pembicaraan dengan ramai sebagai dalih. Tuan, apakah karena kesalahan setitik rusak hubungan pertemanan kita selamanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar